Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN

Pemerintah sepertinya akan me-launching peraturan SBMPTN 2016 pada tanggal 15 Januari 2016 lebih cepat dari yang tahun-tahun lalu, biasanya baru muncul bulan Maret. Hal ini bisa diketahui dari website SBMPTN. Saking semangatnya, tulisan ‘comming’ kelebihan m-nya dobel! :P

Dengan sudah terlihatnya “hilal” SBMPTN, udah saatnya Sobat Jenius move on dari masa lalu. Yang biasa males belajar, yang tiap malem kerjaannya galau stalking TL mantan, yang biasanya rajin ke “kuil suci FX Sudirman”, yang biasanya tiap sore nonton sinetron anak jalanan cuma buat nungguin Boy dan Reva jadian, dan berbagai hal yang ga berhubungan dengan persiapan SBMPTN sebisa mungkin Sobat Jenius kurangi demi masa depan Sobat Jenius sendiri.

Nah dalam rangka menyambut SBMPTN 2016, Si Beje akan mencoba ngasih Sobat Jenius gambaran, mengajak Sobat Jenius yang mungkin masih kurang familiar memahami proses SBMPTN secara umum, agar Sobat Jenius punya bayangan terhadap sistem seleksi ini.

Apa aja sih persyaratan mengikuti SBMPTN?

Saat ini persyaratan mengikuti SBMPTN 2016 memang belum rilis, namun biasanya tiap tahun ga ada perubahan yang berarti, kecuali penyesuaian tahun peserta aja. Persyaratan mengikuti SBMPTN 2016:

  • Lulusan SMA/MA/SMK/MAK tahun 2014, 2015, dan 2016. (berarti yang lulus tahun 2013 ke bawah udah gak bisa ya)
  • Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp100.000,- dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, Kantor Pos setempat, atau ATM Bersama.

Bagaimana Cara Pendaftaran SBMPTN?

Tata cara pendaftaran SBMPTN secara umum terdiri dari 3 langkah:

  1. Melakukan pembayaran biaya pendaftaran sebesar Rp100.000,- untuk mendapatkan KAP dan PIN.
  2. Melakukan pendaftaran di website http://pendaftaran.sbmptn.or.id menggunakan KAP dan PIN yang telah dimiliki.
  3. Mencetak kartu tanda peserta ujian.

Namun begitu, langkah-langkah diatas bisa jadi ga sama persis bagi Sobat Jenius yang ikut beasiswa bidik misi atau udah punya nomor KAP dari SNMPTN. Detail tata caranya akan diupload ketika pendaftaran SBMPTN dibuka nanti.

Pemilihan Jurusan/Prodi

Hal yang perlu dipahami, ketika mendaftar SBMPTN, bisa dibilang Sobat Jenius meninggalkan semua embel-embel masa lalu Sobat Jenius saat sekolah, seperti jurusan sekolah, asal sekolah, provinsi sekolah, ataupun prestasi semasa sekolah dulu. Berbeda dengan SNMPTN yang mana beberapa hal tersebut bisa mempengaruhi penilaian seleksi.

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com
embel-embel waktu sekolah dulu ga berlaku di SBMPTN

Di SBMPTN seleksinya pure kompetisi saat tes. Kecuali jurusan Kedokteran yang harus berasal dari SMA IPA, semua jurusan / program studi boleh dipilih oleh siapa aja tanpa terkecuali, entah apapun jurusan ketika sekolah dulu.

Sobat Jenius dapat memilih maksimal 3 jurusan / program studi. Apapun jurusan sekolah Sobat Jenius sekarang, Sobat Jenius boleh memilih kelompok jurusan IPA semua, boleh kelompok IPS semua, bisa mix IPA dan IPS, bisa ketiganya berada di satu perguruan tinggi, bisa ketiganya berbeda-beda perguruan tinggi.

Kelompok Ujian Mana yang Harus Diambil?

Kelompok ujian SBMPTN terbagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

  1. Kelompok Ujian Saintek / IPA
  2. Kelompok Ujian Soshum / IPS
  3. Kelompok Ujian Campuran / IPC

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com

Perlu diperhatikan bahwa kelompok ujian SBMPTN tidak ditentukan dari asal jurusan SMA/SMK Sobat Jenius. Jadi bukan berarti kalo Sobat Jenius anak IPA berarti Sobat Jenius harus ikut Ujian Saintek, bukan berarti juga kalo Sobat Jenius anak IPS berarti Soshum. Ingat ujian SBMPTN ini sama sekali tidak melihat latar belakang SMA/SMK/STM/MA Sobat Jenius sebelumnya. Jadi walaupun Sobat Jenius anak jurusan bahasa, SMK, atau madrasah, Sobat Jenius tetap berhak ambil paket ujian manapun di SBMPTN. Terus darimana dong kita menentukan kelompok ujian yang akan kita hadapi? Berdasarkan jurusan kuliah yang nantinya mau Sobat Jenius ambil.

Kelompok ujian yang akan Sobat Jenius jalani tergantung dari jurusan / program studi yang Sobat Jenius ambil, katakanlah Sobat Jenius ambil jurusan kuliah dari kelompok IPS (misalnya manajemen, akuntansi, bisnis, sastra, dll.), maka Sobat Jenius akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Soshum / IPS. Begitu pula sebaliknya, kalo Sobat Jenius ambil jurusan kuliah bernuansa IPA (misalnya MIPA, kedokteran, teknik, pertanian, dll.), maka Sobat Jenius akan diminta untuk mengikuti kelompok ujian Saintek / IPA. Perlu diingat bahwa Sobat Jenius harus selalu melakukan pengecekan ulang pada website resmi universitas yang Sobat Jenius incar, karena beberapa universitas memiliki persepsi yang berbeda terhadap sebuah jurusan. (misalnya Psikologi UI masuk ujian Soshum, sementara Psikologi Unpad masuk ujian Saintek, padahal sama-sama Psikologi).

Nah, apabila jurusan yang Sobat Jenius ambil merupakan mix jurusan kelompok IPA dan IPS, maka Sobat Jenius mesti mengerjakan kelompok ujian campuran atau IPC.

Beberapa kesalahan umum tentang kelompok ujian campuran atau IPC:

  • Sobat Jenius ga mesti ambil IPC apabila “murtad” dari jurusan SMA Sobat Jenius. Jadi kalo Sobat Jenius anak IPA tapi mau ambil jurusan hukum, Sobat Jenius tinggal langsung ambil SBMPTN Soshum, gak perlu ambil IPC.
  • Tes IPC bukan berarti 2 kalinya tes kelompok ujian IPA dan IPS. Karena Sobat Jenius ga tes TKPA dua kali, tapi cukup sekali saja. (lihat di pembahasan Pelaksanaan Ujian SBMPTN)
  • Untuk yang mulai belajarnya agak telat, Si Beje menyarankan fokus di 1 kelompok ujian saja (saintek atau soshum), jangan ambil IPC karena bahan materinya sangat banyak.

Apa Aja Materi yang Diujikan?

Nah setelah mengetahui kelompok ujian yang akan Sobat Jenius kerjakan, dari sini bisa Sobat Jenius lihat materi yang akan diujikan:

  1. Kelompok Ujian Saintek dengan materi ujian TKPA dan TKD Saintek
  2. Kelompok Ujian Soshum dengan materi ujian TKPA dan TKD Soshum
  3. Kelompok Ujian Campuran / IPC dengan materi ujian TKPA, TKD Saintek, dan TKD Soshum.

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com

Materi ujian dan jumlah soal SBMPTN terdiri dari:

  • Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), yang terdiri atas soal Tes Kemampuan Verbal, Numerikal, Figural, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 105 menit;
  • Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek), yang terdiri atas soal Matematika IPA, Kimia, Fisika, dan Biologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu 105 menit; dan/atau
  • Tes Kemampuan Dasar Soshum (TKD Soshum), yang terdiri atas soal Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi, masing-masing 15 soal dengan alokasi waktu pengerjaan 75 menit.

Kebijakan Lokasi Ujian SBMPTN

Untuk kebijakan lokasi ujian coba kita berpatokan pada SBMPTN 2015 yang lalu yang diikuti oleh 63 PTN dan dibagi menjadi 4 wilayah, yaitu:

  1. Wilayah 1 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sumatera, Kalimantan Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat (+ Untan);
  2. Wilayah 2 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta;
  3. Wilayah 3 meliputi seluruh PTN yang ada di Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan (- Untan); dan
  4. Wilayah 4 meliputi seluruh PTN yang ada di Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua.

Lokasi ujian SBMPTN disebut dengan panitia lokal (panlok). Di sebuah provinsi, biasanya ada beberapa panlok, misalnya di Jatim ada Panlok Surabaya, Panlok Malang dan Panlok Jember. Berikut ini dua aturan terkait dengan wilayah tes yang harus diperhatikan:

  1. Peserta ujian yang hanya memilih 1 (satu) program studi dapat memilih program studi di wilayah manapun.
  2. Peserta ujian yang memilih 2 (dua) program studi atau lebih, salah satu pilihan program studi tersebut harus di PTN yang berada dalam satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah tempat peserta mengikuti ujian.

Kalo bingung bayanginnya, berikut ini Si Beje kasih ilustrasi beberapa contoh:

  • CONTOH #1: Naomi ikut SBMPTN cuma milih FKG UI, pilihan 2 & 3 kosong. Maka sesuai poin 1 di atas, Naomi bebas milih tempat tes (panlok) dimana aja di Indonesia, mau dari ujung Aceh sampai Papua diperbolehkan! Naomi bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Papua, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll.
  • CONTOH #2: Ghaida milih FMIPA ITB (wilayah I), Hukum UGM (wilayah II) & Fisika ITS (wilayah III), maka Ghaida bisa milih tempat tes panlok dimana saja asalkan berada di wilayah I, II atau III, tetapi gak boleh di wilayah IV. Jadi Ghaida bisa tes di Panlok Jakarta, Panlok Medan, Panlok Surabaya, Panlok Yogyakarta, dll. Tetapi Ghaida ga bisa tes di Panlok Papua karena Papua termasuk di wilayah IV.
  • CONTOH #3: Veranda memilih FK Unair (Wilayah III) dan Teknik Industri ITS (Wilayah III) pilihan ketiga kosong. Karena memilih lebih dari 1 jurusan namun semua pilihan jurusannya berada di wilayah III, maka Veranda cuma bisa tes di wilayah III dan gak boleh di panlok wilayah I, II, dan IV. Jadi Veranda bisa tes di Panlok Malang, Panlok Surabaya, Panlok Samarinda, dll. Namun Veranda ga bisa tes di Panlok Yogyakarta (Wilayah II), Panlok Bandung (Wilayah I) dan Panlok Papua (Wilayah IV).

Pelaksanaan Ujian SBMPTN

Ujian tertulis SBMPTN akan digelar selama 1 hari (tahun lalu sih tanggal 9 Juni 2015, harusnya tahun 2016 juga sekitar tanggal segitu). Tanggal ini merupakan bersamaan waktu pelaksanaan daftar ulang bagi siswa yang telah diterima melalui jalur SNMPTN 2015. Daftar ulang SNMPTN tidak bisa diwakilkan, jadi misal kamu diterima SNMPTN tetapi ingin mengikuti SBMPTN, pilihannya ada 2:

  1. Tidak daftar ulang SNMPTN (yang berarti melepas status diterima SNMPTN) untuk mengikuti SBMPTN.
  2. Daftar ulang SNMPTN sehingga tidak bisa ikut SBMPTN.

Adapun rangkaian kegiatan ujian SBMPTN bisa dilihat di gambar di bawah:

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com

Jadi bagi yang mengerjakan kelompok ujian saintek (TKD Saintek dan TKPA) akan ujian pagi sampai siang, bagi yang mengerjakan kelompok ujian soshum (TKD Soshum dan TKPA) akan ujian siang sampai sore dan bagi yang mengerjakan kelompok ujian campuran akan ujian pagi sampai sore. Jadi bisa dilihat bahwa anak IPC tes TKPA cukup sekali. Adapun nilainya nanti digabung dengan TKD Saintek untuk pemeringkatan jurusan IPA, dan digabung dengan TKD Soshum untuk pemeringkatan jurusan IPS.

Ujian Keterampilan SBMPTN

Di SBMPTN terdapat tes tambahan, di luar ujian tulis, khusus bagi pendaftar yang memilih jurusan seni dan/atau olahraga. Misal dalam 3 pilihan Sobat Jenius terdapat 1 jurusan seni atau olahraga, maka Sobat Jenius wajib mengikuti ujian keterampilan tersebut.

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com

Ujian keterampilan SBMPTN disesuaikan dengan jenis seni jurusan yang dipilih, misal untuk jurusan seni rupa/desain, maka tes keterampilannya menggambar (bentuk, suasana, ekspresi); Jurusan seni musik menyanyi atau memainkan alat musik, dll.

Bagaimana Mekanisme Penilaian SBMPTN?

Acuan penilaian di SBMPTN sebagaimana yang telah resmi diumumkan panitia hanyalah terkait dengan penghitungan nilai mentah yaitu:

  • Benar +4
  • Kosong 0
  • Salah -1

Namun pengolahan lebih lanjut nilai tersebut tidak dijabarkan secara detail.

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com
Sumber: Panduan Penerimaan UI 2010 
Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com
Sumber: Panduan Penerimaan UI 2013 

Setelah diolah menjadi nilai nasional, maka nilai tersebut dialokasi sesuai dengan pilihan dan kuota yang tersedia oleh sistem.

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.com

Gambar di atas merupakan ilustrasi penilaian sebuah program studi di SBMPTN. Karena kuota yang disediakan jurusan tersebut adalah 6, maka akan dipilih 6 nilai tertinggi berdasarkan nilai tesnya, dalam contoh di atas adalah 53%. Perlu Sobat Jenius perhatikan bahwa penilaian SBMPTN agak berbeda dengan SNMPTN. Berdasarkan pengamatan Si Beje beberapa tahun ke belakang, pengaruh (Pilihan I, II, III) cukup berpengaruh terhadap saringan SNMPTN tapi tidak terlalu berpengaruh pada SBMPTN.

Bisa Sobat Jenius lihat dari illustrasi di atas, dimana si F dengan nilai 53% akan tetap lebih diutamakan untuk lolos walaupun pilihan III, dibandingkan si G yang nilainya beda dikit padahal pilihan I.

Perlu Sobat Jenius ketahui juga bahwa batas nilai terendah ini bisa berubah-ubah tiap tahun, bisa aja tahun lalu lebih rendah, misal 50% atau lebih tinggi misal 54%. Sedangkan passing grade yang beredar, berusaha memperkirakan nilai terendah tersebut (itu pun yang beredar di internet entah tahun berapa). Oleh karena itu Si Beje ga menyarankan Sobat Jenius buat berpatokan dengan passing grade, tapi passing grade bisa berguna buat latihan soal atau target di try out aja.

Selain itu urutan pilihan jurusan ga menentukan seleksi. Misal Si C, dengan nilai 63%, dia ga diterima di pilihan I, maka dia dilempar ke pilihan II nya. Di jurusan pilihan II, dia ternyata menempati urutan ketiga atau masuk dalam kuota penerimaan.

Jadwal Penting SBMPTN

Jadwal resmi SBMPTN akan diumumkan ketika launching nanti. Jadi saat ini Si Beje belum bisa tampilkan secara persis. Tapi berikut ini adalah perkiraan tanggal penting SBMPTN berdasarkan tren pelaksanaan SBMPTN pada tahun-tahun sebelumnya:

Kegiatan Perkiraan Jadwal
Pendaftaran Mei
Ujian awal Juni
Pengumuman Hasil Seleksi Juli

Persentase Penerimaan SBMPTN Nasional (2013-2015)

Berikut adalah persentase penerimaan/kelolosan ujian SBMPTN skala nasional selama 3 tahun terakhir, yaitu dari tahun 2013-2015

Tahun Jumlah Peserta Peserta Yang Lolos Persentase Penerimaan
2015 693.185 121.653 17,55%
2014 664.509 105.862 15,78%
2013 585.789 109.853 18.75%

Aturan Lengkap dan Info Penting Seputar SBMPTN | Blog BelajarJenius.comNah, di sini Sobat Jenius bisa lihat bahwa tingkat persaingan ujian SBMPTN juga bisa dibilang sangat ketat. Belum lagi, kalo misalnya Sobat Jenius mengincar jurusan-jurusan favorit di universitas top nasional. Kemungkinan besar untuk jurusan-jurusan favorit tingkat persaingannya jauh lebih ketat lagi, salah satu contohnya :

  • Untuk Jurusan Pendidikan Dokter UI ada 2.947 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 54 kursi.
  • Untuk Jurusan Ekonomi Manajemen UI ada 3.069 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 45 kursi.
  • Untuk Jurusan Ilmu Komunikasi UI ada 3.,077 peminat pada tahun 2014 dengan daya tampung (untuk jalur SBMPTN tahun 2015) sebanyak 27 kursi.

Nah, berdasarkan jumlah peminat dan ketersediaan jumlah kursi di atas, Sobat Jenius bisa hitung sendiri berapa % tingkat penerimaan dari jurusan favorit di universitas top nasional. Si Beje saranin sebelum Sobat Jenius daftar SBMPTN, ada baiknya Sobat Jenius telusuri dulu di website resmi universitasnya untuk mengetahui bocoran berapa % tingkat penerimaan jurusan yang Sobat Jenius incer untuk kemudian disesuaikan dengan kesiapan Sobat Jenius mengikuti ujian SBMPTN.

****

Oke deh, sekian dulu ulasan singkat Si Beje tentang sistem SBMPTN. Semoga ulasan Si Bje ini bisa membuat Sobat Jenius semakin familiar dengan medan tempur satu ini dan semakin mantap untuk memulai (atau meneruskan) persiapan belajarnya. Udah bukan saatnya lagi menggalaukan “aduh, masih sempat ga ya kalo gue baru mulai belajar sekarang?!” dan hal-hal lain yang ga terlalu relevan dengan SBMPTN. Sekarang benar-benar saatnya buat belajar! Semangat ya, guys..

Leave a Reply

Latest from SNMPTN / SBMPTN

Go to Top